Arab Saudi

Bendera Arab Saudi

Kode telepon

+966

Ibu kota

Riyadh

Populasi

33 jt (2018)

Bahasa

bahasa Arab

Luas wilayah

2.250.000 km²

Listrik

220 V

Jenis colokan

BS 1363

Sisi mengemudi

kanan

Nama lokal

المملكة العربية السعودية

Kawasan

Asia

Asia Barat

Zona waktu

Waktu Standar Arab

UTC+03:00

Arab Saudi membuka diri untuk pariwisata internasional pertama kalinya dalam sejarah modern pada September 2019, dan kini bertransformasi dengan kecepatan yang belum pernah terjadi di Timur Tengah — makam kuno Nabatea di AlUla (Hegra, situs UNESCO), garis pantai Laut Merah yang tengah dikembangkan jadi kawasan resor kelas dunia, dan proyek raksasa Visi 2030 seperti NEOM yang mengubah wajah negara ini. Namun bagi mayoritas pemegang paspor Indonesia, perjalanan ke Arab Saudi punya makna yang jauh lebih dalam: ibadah Umrah dan Haji ke Mekkah dan Madinah, dua kota tersuci Islam. Satu hal penting perlu dipahami sejak awal: paspor Indonesia TIDAK termasuk dalam daftar 66 negara yang berhak atas e-visa turis Arab Saudi — berbeda dengan Malaysia, Singapura, Brunei, dan Thailand yang semuanya masuk daftar itu. Jalur resmi bagi WNI adalah mendaftar Umrah lewat PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) berizin, yang akan mengurus visa Anda lewat sistem resmi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Ketentuan Visa Arab Saudi untuk WNI: Bukan E-Visa Turis, Tapi Visa Umrah/Haji Lewat PPIU

Arab Saudi meluncurkan e-visa turis pada 2019 untuk warga negara dari 66 negara — termasuk banyak negara Barat serta tetangga ASEAN Indonesia seperti Malaysia, Singapura, Brunei, dan Thailand. Indonesia TIDAK termasuk dalam daftar itu. E-visa turis (yang bagi warga negara yang berhak juga mencakup kegiatan Umrah, di luar Haji) bukan jalur yang tersedia untuk paspor Indonesia. Jalur resmi bagi WNI yang ingin beribadah adalah mendaftar lewat PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) — biro perjalanan yang mendapat izin resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (kementerian tersendiri yang kini menangani urusan haji dan umrah, terpisah dari Kementerian Agama). PPIU Anda yang akan mengurus seluruh proses visa lewat sistem resmi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi — Anda sebagai jamaah tidak mengajukan visa sendiri secara mandiri. Untuk ibadah Haji, kuota tahunan Indonesia ditetapkan lewat keputusan menteri, dan pendaftaran dilakukan lewat PPIU (Haji khusus) atau jalur reguler pemerintah, dengan masa tunggu yang bisa bertahun-tahun tergantung provinsi asal. Dua hal krusial: PERTAMA, pastikan PPIU Anda benar-benar berizin resmi dan aktif — kasus PPIU tidak berizin ("PPIU bodong") yang menipu calon jamaah adalah masalah berulang di Indonesia; verifikasi status resmi PPIU lewat kanal resmi Kementerian Haji dan Umrah sebelum membayar apa pun. KEDUA, vaksinasi meningitis (dan vaksin pencegahan lain sesuai anjuran) adalah syarat yang ditegaskan langsung oleh otoritas Arab Saudi untuk jamaah Haji maupun Umrah — pastikan ini terurus jauh sebelum keberangkatan lewat PPIU Anda. Bagi WNI yang bepergian untuk urusan bisnis atau kunjungan keluarga (bukan ibadah), jalur yang tepat adalah visa reguler lewat Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, bukan e-visa turis.

Jenis visa yang umum

Visa Umrah (lewat PPIU)

Umumnya beberapa minggu, sesuai paket PPIU; visa Umrah bukan visa turis multi-guna

Jalur utama WNI: ibadah Umrah ke Mekkah dan Madinah, bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun. Wajib didaftarkan lewat PPIU berizin resmi dari Kementerian Haji dan Umrah RI — PPIU yang mengurus visa lewat sistem resmi pemerintah, bukan pengajuan mandiri.

Visa Haji (lewat PPIU/jalur reguler pemerintah)

Durasi periode Haji; masa tunggu pendaftaran bisa bertahun-tahun

Ibadah Haji tahunan (wajib sekali seumur hidup bagi Muslim yang mampu). Kuota Indonesia ditetapkan tahunan oleh Kementerian Haji dan Umrah; pendaftaran lewat jalur reguler pemerintah atau PPIU Haji khusus, dengan masa tunggu bertahun-tahun tergantung provinsi.

E-Visa Turis — TIDAK berlaku untuk paspor Indonesia

Tidak berlaku untuk paspor Indonesia

E-visa turis Arab Saudi hanya berlaku untuk warga negara dari 66 negara yang terdaftar (termasuk Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand). Indonesia tidak masuk daftar itu — jalur ini bukan opsi bagi WNI, betapapun banyak informasi keliru yang beredar.

Visa Bisnis/Kunjungan Keluarga (Kedutaan)

Sesuai keperluan dan keputusan kedutaan

Untuk keperluan bisnis atau mengunjungi keluarga yang bukan ibadah. Diajukan langsung ke Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, bukan lewat sistem e-visa turis.

Informasi Penting untuk Jamaah Indonesia

•Paspor Indonesia TIDAK termasuk dalam...

Paspor Indonesia TIDAK termasuk dalam daftar e-visa turis Arab Saudi. Jalur resmi adalah visa Umrah/Haji lewat PPIU berizin dari Kementerian Haji dan Umrah RI, bukan pengajuan mandiri.

•Verifikasi legalitas PPIU Anda lewat...

Verifikasi legalitas PPIU Anda lewat kanal resmi Kementerian Haji dan Umrah sebelum membayar apa pun — kasus PPIU tidak berizin ("PPIU bodong") yang merugikan calon jamaah adalah masalah berulang di Indonesia.

•Vaksinasi meningitis (dan vaksin pencegahan...

Vaksinasi meningitis (dan vaksin pencegahan lain sesuai anjuran) ditegaskan otoritas Arab Saudi untuk jamaah Haji maupun Umrah — urus jauh sebelum keberangkatan lewat PPIU Anda.

•Mekkah dan Madinah (kawasan tertentu)...

Mekkah dan Madinah (kawasan tertentu) dibatasi khusus untuk Muslim — pemeriksaan diberlakukan ketat di titik-titik masuk kedua kota.

•Bulan Ramadan: makan, minum, dan...

Bulan Ramadan: makan, minum, dan merokok di depan umum pada siang hari dilarang bagi semua orang, termasuk non-Muslim. Sebagian besar restoran tutup atau melayani di balik tirai pada siang hari.

•Alkohol dilarang sepenuhnya di Arab...

Alkohol dilarang sepenuhnya di Arab Saudi — jangan membawa dalam bentuk apa pun. Tidak ada bar atau toko minuman keras berizin di negara ini.

•Berpakaian sopan wajib bagi pria...

Berpakaian sopan wajib bagi pria maupun wanita. Jamaah Umrah/Haji mengenakan pakaian ihram sesuai ketentuan; di luar ihram, tetap berpakaian sopan (bahu dan lutut tertutup).

•Fotografi terhadap orang (khususnya perempuan)...

Fotografi terhadap orang (khususnya perempuan) tanpa izin sebaiknya dihindari. Fotografi di area militer, gedung pemerintah, dan sebagian situs keagamaan dilarang.

•Mata uang: riyal Saudi (SAR),...

Mata uang: riyal Saudi (SAR), dipatok tetap terhadap dolar AS sejak 1986. Kartu diterima luas di kota besar; ATM tersedia luas. Tunai tetap dibutuhkan di pasar (souk) dan daerah pedesaan.

•Iklim: sangat panas pada musim...

Iklim: sangat panas pada musim panas (Juni–September, kerap di atas 45°C). Musim terbaik berkunjung: Oktober–April (25–35°C).

•Arab Saudi 4 jam lebih...

Arab Saudi 4 jam lebih lambat dari WIB (UTC+3); penerbangan langsung dari Jakarta ke Jeddah/Madinah sekitar 9–10 jam.

•Reformasi sosial sejak 2018 (perempuan...

Reformasi sosial sejak 2018 (perempuan boleh menyetir, bioskop dibuka kembali) tetap berjalan berdampingan dengan norma masyarakat yang konservatif — hormati kode berpakaian dan norma interaksi lokal.

Panduan perjalanan

Bagi jamaah Indonesia, perjalanan ke Arab Saudi berpusat pada dua kota: Mekkah dengan Masjidil Haram dan Ka'bah yang menjadi kiblat salat seluruh umat Islam, serta Madinah dengan Masjid Nabawi dan Raudhah — taman surga yang disebut langsung oleh Nabi Muhammad ﷺ. Rangkaian ziarah biasanya turut mencakup situs bersejarah di sekitar kedua kota: Jabal Nur dan Gua Hira di Mekkah, Jabal Uhud dan Masjid Quba di Madinah — masing-masing membawa kisah penting dalam sejarah Islam. Jeddah, sebagai gerbang udara utama menuju Mekkah, menyimpan distrik bersejarah Al-Balad (situs UNESCO) dengan rumah-rumah karang berukir kayu peninggalan jalur dagang Laut Merah selama berabad-abad — destinasi singkat yang sering disempatkan jamaah sebelum atau sesudah ibadah. Di luar jalur ibadah, Arab Saudi tengah membuka kawasan seperti AlUla (situs arkeologi Nabatea, sering disebut 'Petra-nya Arab Saudi') dan Laut Merah untuk pariwisata umum — tetapi kawasan ini baru dapat diakses lewat e-visa turis yang belum berlaku bagi paspor Indonesia, jadi belum menjadi bagian rute realistis bagi kebanyakan WNI saat ini.

Cara menikmati destinasi ini

Mekkah & Masjidil Haram

Ka'bah dan Masjidil Haram, pusat kiblat salat seluruh dunia. Jabal Nur dengan Gua Hira tempat wahyu pertama diturunkan, Jabal Rahmah di Arafah, dan Mina serta Muzdalifah bagi jamaah Haji. Pengalaman spiritual puncak bagi setiap jamaah Indonesia.

Madinah & Masjid Nabawi

Masjid Nabawi dengan kubah hijau ikoniknya, makam Nabi Muhammad ﷺ, dan Raudhah — area yang disebut sebagai 'taman surga'. Jabal Uhud, lokasi Perang Uhud, dan Masjid Quba, masjid pertama dalam sejarah Islam, biasanya masuk rangkaian ziarah.

Jeddah — Gerbang Ziarah

Distrik bersejarah Al-Balad (UNESCO) dengan rumah karang berukir kayu peninggalan jalur dagang Laut Merah, sering disempatkan jamaah sebagai persinggahan singkat sebelum atau sesudah ibadah di Mekkah/Madinah.

AlUla & Laut Merah (belum terjangkau lewat jalur WNI saat ini)

Hegra (situs UNESCO peninggalan Nabatea) dan resor Laut Merah adalah kawasan pariwisata baru Arab Saudi — tetapi hanya dapat diakses lewat e-visa turis yang belum berlaku bagi paspor Indonesia. Dicatat sebagai gambaran masa depan, bukan rute yang realistis hari ini.

Uang & mata uang

Uang & mata uang
﷼

Riyal Saudi (SAR)

Kode mata uang: SAR

Tips praktis seputar uang

Riyal Saudi (SAR) dipatok tetap ke dolar AS — bawa dolar sebagai jembatan, riyal jarang tersedia langsung di money changer Indonesia

Riyal Saudi (SAR) dipatok tetap terhadap dolar AS pada kurs 3,75 SAR per 1 USD sejak 1986 — patokan paling stabil di dunia, tidak pernah bergeser. Karena riyal jarang diperjualbelikan langsung di money changer Indonesia, cara paling praktis adalah membawa dolar AS (mudah didapat di money changer berizin di Indonesia) sebagai jembatan, lalu menukarnya ke riyal di bank atau tempat penukaran resmi begitu tiba di Jeddah/Madinah, atau langsung menarik riyal dari ATM. Uang saku pribadi tetap perlu disiapkan di luar biaya paket PPIU — untuk oleh-oleh, air Zamzam kemasan tambahan, dan kebutuhan harian di Mekkah dan Madinah.

ATM tersedia luas di Mekkah dan Madinah — tapi kartu GPN-only Anda tidak akan berfungsi, wajib Visa/Mastercard

ATM bank Arab Saudi (Al Rajhi, NCB, Riyad Bank, SABB) tersedia luas di mal, lobi hotel, dan area sekitar Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Syarat mutlak: kartu Anda harus berlogo jaringan internasional Visa atau Mastercard — kartu ATM yang hanya berlogo GPN (Gerbang Pembayaran Nasional) TIDAK akan berfungsi sama sekali di Arab Saudi. Batas penarikan umumnya SAR 5.000–10.000 per transaksi. Sebelum berangkat: cek logo kartu Anda, aktifkan transaksi luar negeri di aplikasi mobile banking, dan bawa dua kartu dari jaringan berbeda sebagai cadangan — mengingat ATM di area ibadah kerap dipadati jamaah dari seluruh dunia.

Kode QR di Arab Saudi bukan QRIS — itu mada, skema kartu domestik Saudi; kartu contactless Visa/Mastercard adalah jalan pintasnya

Arab Saudi punya infrastruktur pembayaran modern — kartu dan pembayaran contactless (Apple Pay, Google Pay, Samsung Pay) diterima luas di hotel, restoran, mal, dan minimarket kota besar termasuk Mekkah dan Madinah. Sistem kartu domestik mada (setara GPN Indonesia) ada di mana-mana untuk warga lokal, tetapi bagi turis asing, kartu Visa/Mastercard contactless-lah yang berfungsi di sebagian besar mesin NFC — kode QR bank Indonesia (QRIS) TIDAK terbaca di Arab Saudi. Tunai tetap dibutuhkan di pasar tradisional (souk) sekitar area ibadah, kios kecil, dan daerah pedesaan.

Tanpa ekonomi alkohol berarti pos pengeluaran itu otomatis nihil — tip dihargai tapi bukan tradisi kuat

Alkohol dilarang sepenuhnya di Arab Saudi, jadi tidak ada pos pengeluaran untuk minuman keras atau tagihan bar — kabar baik bagi anggaran perjalanan jamaah Indonesia. Sebagai gantinya, budaya kedai kopi Arab (qahwa) dengan kurma dan kios jus segar berkembang pesat di kota besar. Soal tip: dihargai tapi bukan tradisi kuat seperti di Amerika — porter hotel SAR 5–10 per tas, sopir taksi cukup dibulatkan ke SAR 5 terdekat, pemandu tur SAR 50–100 per hari bila memakai jasa tur tambahan di luar paket PPIU. Banyak restoran sudah menambahkan biaya layanan 15% ke tagihan, sehingga tip tambahan tidak wajib.

Catatan: Selalu periksa kurs terkini sebelum bepergian. Penukaran uang tersedia di bandara, bank, dan money changer resmi.

Pertanyaan umum seputar uang

Apa mata uang Arab Saudi dan pecahan apa saja yang beredar?

Riyal Saudi (SAR, simbol ﷼ atau SR). Uang kertas: 5, 10, 50, 100, dan 500 SAR. Uang logam: 1 dan 2 SAR, ditambah halalas (100 halalas = 1 SAR). Riyal dipatok tetap terhadap dolar AS pada kurs 3,75 SAR per 1 USD — kurs ini tidak pernah berubah sejak 1986.

Apakah kartu ATM GPN Indonesia bisa dipakai di Arab Saudi?

Tidak. Kartu yang hanya berlogo GPN (Gerbang Pembayaran Nasional) tidak berfungsi di Arab Saudi. Anda memerlukan kartu Visa atau Mastercard untuk berbelanja dan menarik tunai di ATM bank Saudi. Sebelum berangkat: pastikan kartu berlogo jaringan internasional, aktifkan transaksi luar negeri di aplikasi mobile banking, dan bawa dua kartu dari jaringan berbeda sebagai cadangan.

Apakah QRIS berfungsi di Arab Saudi?

Tidak. Kode QR yang Anda lihat di Arab Saudi adalah mada, skema kartu dan pembayaran domestik Saudi yang setara GPN — tidak kompatibel dengan QRIS maupun aplikasi dompet digital Indonesia. Untuk turis, kartu Visa/Mastercard contactless atau Apple Pay/Google Pay yang ditautkan ke kartu internasional adalah cara paling praktis, dan berfungsi luas di Mekkah, Madinah, dan Jeddah.

Berapa uang saku yang perlu disiapkan untuk Umrah atau Haji?

Ini di luar biaya paket PPIU, dan sepenuhnya tergantung kebutuhan pribadi — untuk oleh-oleh, air Zamzam kemasan tambahan di luar jatah bawaan pesawat, jajanan dan kebutuhan harian di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, serta transportasi tambahan bila ada. Banyak jamaah membawa kombinasi tunai riyal secukupnya dan kartu Visa/Mastercard sebagai cadangan untuk pengeluaran lebih besar.

Sebaiknya bawa uang tunai apa dari Indonesia ke Arab Saudi?

Dolar AS adalah pilihan paling praktis: mudah dibeli di money changer berizin di Indonesia, dan kursnya ke riyal sudah pasti karena patokan tetap 3,75 SAR per 1 USD. Riyal jarang tersedia langsung di money changer Indonesia karena volume permintaannya lebih kecil dibanding dolar atau mata uang utama lain. Alternatif lain: langsung tarik riyal dari ATM begitu tiba di Jeddah atau Madinah memakai kartu internasional Anda.

Apakah Arab Saudi mahal untuk jamaah Indonesia?

Sedang hingga cukup mahal untuk standar internasional, tapi tanpa pos alkohol yang biasanya membebani anggaran turis di negara lain. Makan di restoran sekitar SAR 40–100, kamar hotel SAR 300–800+ per malam di kota besar (di luar biaya yang sudah termasuk paket PPIU), makanan lokal seperti kabsa jauh lebih terjangkau (SAR 30–60). Bensin sangat murah (SAR 2–3 per liter) bila menyewa kendaraan tambahan.

Kota

Jelajahi panduan kota kami

Jaringan diplomatik

Arab Saudi — Kedutaan di seluruh dunia

Destinasi populer

Destinasi utama dengan perwakilan terverifikasi

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah WNI bisa mengajukan e-visa turis Arab Saudi?

Tidak. Paspor Indonesia tidak termasuk dalam daftar 66 negara yang berhak atas e-visa turis Arab Saudi — berbeda dengan Malaysia, Singapura, Brunei, dan Thailand yang semuanya termasuk. Jalur resmi bagi WNI yang ingin ke Arab Saudi untuk beribadah adalah visa Umrah atau Haji, yang wajib diajukan lewat PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) berizin resmi, bukan lewat sistem e-visa.

Bagaimana cara WNI mengajukan visa Umrah?

Lewat PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) yang mendapat izin resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. PPIU Anda yang akan mengurus seluruh proses visa lewat sistem resmi pemerintah Arab Saudi — jamaah tidak mengajukan visa secara mandiri. Pastikan PPIU yang Anda pilih benar-benar berizin aktif sebelum membayar apa pun.

Bagaimana cara memastikan PPIU yang saya pilih resmi dan tidak menipu?

Verifikasi status izin PPIU lewat kanal resmi Kementerian Haji dan Umrah sebelum membayar. Kasus PPIU tidak berizin ("PPIU bodong") yang menipu calon jamaah — mengambil pembayaran tanpa memberangkatkan, atau memberangkatkan tanpa visa yang sah — adalah masalah berulang di Indonesia. Jangan tergoda harga jauh di bawah pasar tanpa memverifikasi legalitasnya lebih dulu.

Apa bedanya Kementerian Haji dan Umrah dengan Kementerian Agama (Kemenag)?

Kementerian Haji dan Umrah adalah kementerian tersendiri yang kini menangani seluruh urusan penyelenggaraan Haji dan Umrah Indonesia, terpisah dari Kementerian Agama (Kemenag) yang sebelumnya menangani ranah ini lewat direktorat jenderalnya. Bila Anda menemukan informasi lama yang masih menyebut "Kemenag" untuk urusan Haji/Umrah, cek ulang di kanal resmi terbaru karena kewenangan ini sudah berpindah.

Apakah ada vaksin yang wajib sebelum berangkat Umrah atau Haji?

Ya — otoritas Arab Saudi menegaskan vaksinasi meningitis sebagai syarat bagi jamaah Haji maupun Umrah, ditambah vaksin pencegahan lain sesuai anjuran kesehatan yang berlaku saat keberangkatan. PPIU Anda akan mengarahkan proses ini, tetapi urus jauh-jauh hari — jangan menunggu mendekati tanggal berangkat.

Bisakah WNI mengunjungi AlUla atau Laut Merah untuk wisata biasa?

Belum secara mandiri. Kawasan wisata baru seperti AlUla dan resor Laut Merah hanya dapat diakses lewat e-visa turis, yang belum berlaku bagi paspor Indonesia. Bagi kebanyakan WNI, jalur masuk yang realistis ke Arab Saudi saat ini tetap lewat ibadah Umrah atau Haji — kawasan tersebut kadang disempatkan sebagai bagian tur tambahan oleh sebagian PPIU, tetapi bukan tujuan wisata mandiri yang bisa diajukan terpisah.

Visaja terus meninjau detail kontak dan panduan visa di halaman ini; meski demikian persyaratan bisa berubah tanpa pemberitahuan — pastikan hal-hal penting ke misi atau portal resmi sebelum berangkat.