Ikhtisar
Rotterdam adalah kota kedua Belanda dan pelabuhan terbesar Eropa — metropolis yang digerakkan garis langit dan ramah eksperimen di tepi Sungai Maas, tempat Markthal, Rumah Kubus, dan Depot berlapis cermin menggantikan keanggunan rumah kanal dengan arsitektur modern paling berani di negeri ini.
Wisata
Rotterdam adalah lawan Amsterdam. Pengeboman Mei 1940 meratakan pusat kota bersejarahnya, dan kota ini memilih membangun ke depan alih-alih ke belakang — keputusan yang mengubahnya menjadi laboratorium terbuka arsitektur modern Belanda. Ikon-ikonnya seperti kurikulum arsitektur: Rumah Kubus kuning miring karya Piet Blom, Markthal berbentuk tapal kuda dengan fresko langit-langit buah dan bunga raksasa, Jembatan Erasmus berleher angsa di atas Maas, atap origami Rotterdam Centraal, dan Depot Boijmans Van Beuningen — mangkuk berlapis cermin yang dibuka sebagai bangunan penyimpanan seni yang sepenuhnya bisa diakses publik pertama di dunia. Sungai adalah alasan sekaligus panggung kota ini: pelabuhan terbesar Eropa membentang empat puluh kilometer ke laut, kapal pelabuhan menyusuri dermaga yang masih beroperasi, dan distrik Kop van Zuid di tepi selatan — berporos pada Hotel New York di bekas markas Holland America Line, tempat sejuta emigran berlayar darinya — telah menjadi tepi laut modern kota ini, dengan museum migrasi Fenix di gudang yang dialihfungsikan di dekatnya. Rotterdam bersantap seberani ia membangun: aula makanan Markthal dan Fenix Food Factory, bar-bar di Witte de Withstraat, dan populasi dari sekitar 170 kewarganegaraan menjadikan skena kulinernya paling beragam di negeri ini. Sembilan belas kincir angin UNESCO di Kinderdijk hanya perjalanan waterbus ke hulu sungai — Belanda lama, dijangkau dari kota paling baru di negeri ini.
Informasi berasal dari basis data misi Visaja (visaja.com) dan dicek terhadap sumber resmi pemerintah; keputusan akhir selalu ada pada misi itu sendiri.